Senin, 01 Februari 2010

MORFOLOGI TUMBUHAN

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Tumbuhan merupakan salah satu penopang hidup manusia yang sangat penting. Di samping itu, tumbuhan juga memiliki peranan yang sangat penting untuk perkembangan mahluk hidup. Untuk itu mahasiswa yang mempelajari ilmu sains diharapkan bisa meneliti morfologi dari pada berbagai jenis tumbuhan..
Dari permasalahan di atas, mahasiswa diharapkan bisa membahas tentang pengamatan di lapangan tentang morfologi daun, batang dan akar.

1.2 Rumusan Masalah

Dari latar belakang di atas, kami akan menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan morfologi daun, batang dan akar. Adapun masalah-masalah yang kami sampaikan adalah:
1. Apa saja tanaman-tanaman yang diamati ?
Bagaimana bentuk morfologi dan filotaksis daun, batang dan akar pada tanaman tertentu ?
3. Bagaimana perbedaan morfologi tumbuhan dikotil dan monokotil ?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penulisan makalah ini adalah:
1.1 Mahasiswa bisa mengenal berbagai jenis tumbuhan.
1.2 Mahasiswa dapat mendeskripsikan secara morfologis dan filotaksis, berbagai jenis tumbuhan yang di jumpai.
1.3 Mahasiswa dapat mengklasifikasikan tumbuhan yang diamati sesuai dengan system tata nama (nomenclature) tumbuhan.
1.4 Mahasiswa mampu mengkomunikasikan hasil pengamatan yang dilakukan, baik secara lisan maupun tulisan dengan membuat makalah.
1.5 Mahasiswa mempunyai keterampilan sosial (sosial skills) seperti: ketermpilan bekerja dalam kelompok, keterampilan melakukan observasi, dan ketermpilan berkomunikasi lisan dan tulisan.

1.4 Manfaat Penelitian

Adapun manfaat yang didapat dalam mengadakan observasi di areal kampus adalah:
1.1 Mendapat pengalaman dan ilmu selama melakukan observasi.
1.2 Menemukan dan melihat secara langsung tumbuhan yang ada di areal kampus.
1.3 Mampu mengklasifikasikan morfologi dan filotaksis tumbuhan yang ditemukan.



BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Morfologi Tanaman Bayam

Nama latin: (Amarantus Spec div)
System pucuk: Terdapat batang dan daun yang deluk pada buku atau internodus. Pada ketiak muncul kuncup aksilar dan pada ujung muncul kuncup internal.
System akar: Tunggang atau dikotil.
Deskripsi tanaman: Tanaman bayam termasuk semak, berbatang tegak, bentuk bulat, warna hijau kekuningan. Daun tunggal, berseling, bentuk bulat telur (ovatus), tepi rata (integer), ujung runcing (acutus), pangkal tumpul, warna hijau muda sampai hijau kekuningan. Perbungaan bentuk malai, melekat di ketiak daun, kelopak berbagi lima, mahkota bunga berwarna hijau keunguan. Buah batu, biji bulat, mengkilat, warna coklat kehitaman
Habitat: Tumbuh liar dan sebagai tanaman budidaya, sebagai sayuran, hidup pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 M di permukaan laut.


2.2 Morfologi Tanaman Tomat

Nama latin: (Solanum lycopersicum L. )
System pucuk: Terdapat batang atau daun yang melekat pada buku atau internodus, termasuk daun majemuk menyirip gasal, tidak sempurna. Bunga tumbuh di ketiak, kuncup aksiler yang merupakan bunga sempurna karena terdapat putik dan benang sari sehingga dapat langsung terjadi pembuahan. Bisa juga pada ujung batang terdapat kuncup terminal.
System akar: Tunggang atau dikotil.

Deskripsi tanamam : Tanaman tomat berasal dari Amerika tropis, ditanam sebagai tanaman buah di ladang, pekarangan, atau ditemukan liar pada ketinggian 1--1600 m dpl. Tanaman ini tidak tahan hujan, sinar matahari terik, serta menghendaki tanah yang gembur dan subur. Terna setahun ini tumbuh tegak atau bersandar pada tanaman lain, tinggi 0,5--2,5 m, bercabang banyak, berambut, dan berbau kuat. Batang bulat, menebal pada buku-bukunya, berambut kasar warnanya hijau keputihan. Daun majemuk menyirip, letak berseling, bentuknya bulat telur sampai memanjang, ujung runcing (acutus), pangkal membulat, helaian daun yang besar tepinya berlekuk, helaian yang lebih kecil tepinya bergerigi, panjang 10--40 cm, warnanya hijau muda. Bunga majemuk, berkumpul dalam rangkaian berupa tandan, bertangkai, mahkota berbentuk bintang, warnanya kuning. Buahnya buah buni, berdaging, kulitnya tipis licin mengkilap, beragam dalam bentuk maupun ukurannya, warnanya kuning atau merah. Bijinya banyak, pipih, warnanya kuning kecokelatan. Buah tomat bisa dimakan langsung, dibuat jus, saus tomat, dimasak, dibuat sambal goreng, atau dibuat acar tomat. Pucuk atau daun muda bisa disayur. Buah tomat yang umum ada di pasaran bentuknya bulat. Yang berukuran besar, berdaging tebal, berbiji sedikit, dan berwarna merah disebut sebagai tomat buah. Tomat jenis ini biasa disantap segar sebagai buah. Yang berukuran lebih kecil dikenal sebagai tomat sayur karena digunakan di dalam masakan. Yang kecil-kecil sebesar kelereng disebut tomat ceri dan digunakan untuk campuran membuat sambal atau dalam hidangan selada.
Habitat: Sebagai tanaman budidaya, sebagai campuran sambal, hidup pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 900 M di permukaan laut.

2.3 Morfologi Tanaman Padi

Nama latin: (Oryza sativa)
System pucuk: Terdapat batang dan daun yang melekat pada buku atau internodus. Pada ujung batang keluar kuncup atau bunga terminal. Bunga ini terdapat putik dan benang sari sehingga dapat terjadi pembuahan, bunga akan menjadi buah.
System akar: berakar serabut atau monokotil.
Deskripsi tanamam : Tanaman padi termasuk dalam suku padi-padian atau Poaceae (sinonim Graminae atau Glumiflorae). Sejumlah ciri suku (familia) ini juga menjadi ciri padi, misalnya
• daun berbentuk lanset (sempit memanjang),
• urat daun sejajar,
• tepi daun rata (integer),
• ujung daun runcing (acutus),
• permukaan daun kasar dan berbulu,
• memiliki pelepah daun,
• bunga tersusun sebagai bunga majemuk dengan satuan bunga berupa floret,
• floret tersusun dalam spikelet, khusus untuk padi satu spikelet hanya memiliki satu floret,
• buah dan biji sulit dibedakan karena merupakan bulir (Ing. grain) atau kariopsis.
Habitat: Sebagai tanaman budidaya, sebagai makanan pokok, hidup pada tanah lembab dan becek pada dataran rendah hingga 100 M di permukaan laut.

2.4 Morfologi Tanaman jagung

Nama latin: (Zea mays L.)
System pucuk: Terdapat batang ,daun yang duduk atau melekat pada internodus. Jagung memiliki bunga jantan dan bunga betina yang terpisah (diklin) dalam satu tanaman (monoecious). Tiap kuntum bunga memiliki struktur khas bunga dari suku Poaceae, yang disebut floret. Pada jagung, dua floret dibatasi oleh sepasang glumae (tunggal: gluma). Bunga jantan tumbuh di bagian puncak tanaman, berupa karangan bunga (inflorescence). Serbuk sari berwarna kuning dan beraroma khas. Bunga betina tersusun dalam tongkol. Tongkol tumbuh dari buku, di antara batang dan pelepah daun.
System akar: berakar serabut atau monokotil.
Deskripsi tanamam : Tanaman jagung adalah tanaman semusim. Jagung merupakan tanaman semusim (annual). Satu siklus hidupnya diselesaikan dalam 80-150 hari. Paruh pertama dari siklus merupakan tahap pertumbuhan vegetatif dan paruh kedua untuk tahap pertumbuhan generatif.
Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini. Daun jagung adalah daun sempurna. Bentuknya memanjang, merupakan bangun pita (ligulatus), ujung daun runcing (acutus), tepi daun rata (integer), Antara pelepah dan helai daun terdapat ligula. Tulang daun sejajar dengan ibu tulang daun. Permukaan daun ada yang licin dan ada yang berambut. Tinggi tanaman jagung sangat bervariasi. Meskipun tanaman jagung umumnya berketinggian antara 1m sampai 3m, ada varietas yang dapat mencapai tinggi 6m. Tinggi tanaman biasa diukur dari permukaan tanah hingga ruas teratas sebelum bunga jantan. Meskipun beberapa varietas dapat menghasilkan anakan (seperti padi), pada umumnya jagung tidak memiliki kemampuan ini.
Morfologi pokok jagung :
1. Jagung adalah tanaman semusim yang mengambil masa lebih kurang 3 bulan untuk matang.
2..Akar sokong pada pangkal batang menolong menyokong pokok.
3. Batang runggal, berbentuk silinder, panjang dan ditutupi dengan upih daun dan mempunyai buku yang lebih rapat dekat pada pangkal.
4. Daun tirus dan panjang dengan urat yang selari.
5. Rambut jagung (jambak bunga jantan) yang terdapat di hujung batang pokok menghasilkan biji-biji debunga sebelum bunga betina matang.
6. Tongkol yang terdapat di ketiak daun pokok matang mengandungi biji benih jagung.
7. Jambak bunga betina (stil) yang panjang dan berupa sutera terdapat di tongkol muda dan menerima cepu bunga jantan.
8. Pembuahan adalah dibantu oleh angin.
9. Biji atau kernal mengandungi tiga bahagian yaitu, perikarpa, endosperma dan embrio.

Habitat: Tanaman jagung sebagai tanaman budidaya, sebagai sayuran, hidup pada tanah lembab pada dataran rendah hingga 500 M di permukaan laut.
2.5 Klasifikasi Tanaman Menurut Klasifikasi Tradisional dan Klasifikasi Raunkier
NO Spesies Tumbuhan Bentuk Hidup
Klasifikasi Tradisional Klasifikasi Raunkier Keterangan
1 Adenium Semak Nanofanerofit Tinggi 0,25 - 2 m
2 Kamboja Pohon Kecil Mesofanerofit Tinggi 7,5 - 30 m
3 Melati Air Herba Hidrofit Hidup di air
4 Kembang sepatu Semak Nanofanerofit Tinggi 0,25 - 2 m
5 Mangga Pohon Kecil Mesofanerofit Tinggi 7,5 - 30 m
6 Cokelat Pohon Kecil Mikrofanerofit Tinggi 2 - 7,5 m
7 Kopi Pohon Kecil Nanofanerofit Tinggi 0,25 - 2 m
8 Pisang Terna Terofit Tinggi 2 – 4 m
9 Alpukat Pohon Mesofanerofit Diameter .> 40 cm
10 Jambu Biji Pohon Kecil Mesofanerofit Tinggi 7,5 - 30 m
11 Kelapa Pohon Mesofanerofit Diameter .> 40 cm
12 Nangka Pohon Megafanerofit Diameter .> 40 cm
13 Cempaka Pohon Kecil Mesofanerofit Tinggi 7,5 - 30 m
14 Melinjo Pohon Kecil Mesofanerofit Tinggi 7,5 - 30 m
15 Mengkudu Pohon Kecil Mesofanerofit Tinggi 7,5 - 30 m
16 Durian Pohon Mesofanerofit Diameter .> 40 cm
17 Cabai Semak Nanofanerofit Tinggi 0,25 - 2 m
18 Melon Herba Terofit Tinggi 0,25 - 2 m
19 Tomat Herba Terofit Tinggi 0,25 - 2 m
20 Blimbing Pohon Kecil Mikrofanerofit Tinggi 2 - 7,5 m
2.6 Perbedaan Tumbuhan Dikotil dan Monokotil
(1) Perbedaannya;
NO Bagian Tumbuhan Dikotil Monokotil
1 Bentuk akar Memiliki sistem akar tunggang Memiliki sistem akar serabut
2 Bentuk sumsum atau pola tulang daun Menyirip atau menjari Melengkung atau sejajar
3 Kaliptrogen / tudung akar Tidak terdapat ada tudung akar
Ada tudung akar / kaliptra
4 Jumlah keping biji atau kotiledon Ada dua buah keping biji satu buah keping biji saja
5 Kandungan akar dan batang Ada kambium Tidak terdapat kambium
6 Jumlah kelopak bunga Biasanya kelipatan empat atau lima Umumnya adalah kelipatan tiga
7 Pertumbuhan akar dan batang
Bisa tumbuh berkembang menjadi membesar Tidak bisa tumbuh berkembang menjadi membesar
8 Batang Bercabang, tidak beruas-ruas Tidak bercabang, tetapi berruas-ruas
(2). Manfaat mempelajari bentuk hidup suatu tumbuhan adalah kita dapat mengklasifikasikan dan membandingkan struktur komunitas, misalnya; Struktur dikotil dan monokotil, jenis-jenis tumbuhan, dan manfaat dari pada tumbuhan tersebut bagi kehidupan manusia.
(3). Perbedaan antara Klasifikasi Tradisional dengan Klasifikasi Raunkier:
A. Klasifikasi Tradisional di dasarkan atas macam batangnya.
B. Klasifikasi Raunkier di dasarkan atas jarak antaara permukaan tanah dan posisi tinggi kuncup-kuncup yang membawa tumbuhan pada musim yang tidak menguntungkan.

2.7 Morfologi Daun Jeruk Bali
Klasifikasi :
Kingdom : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Sapindales
Famili : Rutaceae
Genus : Citrus
Spesies : Citrus grandis
Nama dagang/nama umum :Jeruk Bali
Dalam klasifikasi tradisional Jeruk Bali termasuk pohon kecil, dan dalam klasifikasi Raunkier, termasuk Mikrofanerofit (tumbuhan di udara).
Deskripsi tanamam : Tumbuhan jeruk mempunyai bentuk helaian daun bangun ovalis, ujung helaian daun tumpul (serratus), tepi helaian daun beringgit (crenatus), pangkal helaian daun meruncing, tekstur daun tebal, permukaan daun licin (lacvis) dan mengkilap (nitidus), daun tunggal menyirip, termasuk bangun daun tidak lengkap.
Batang ( caulis ) : Tanaman citrus memiliki batang yang tergolong dalam batang berkayu ( lignosus ), yaitu batang yang biasanya keras dan kuat, karena sebagian besar terdiri dari kayu. Batangnya berbentuk bulat ( teres ), berduri ( spinosus ) pendek, kaku dan juga tajam. Selain itu arah tumbuh batangnya mengangguk ( nutans ), dimana batangnya tumbuh tegak lurus ke atas tetapi ujungnya lalu membengkok kembali ke bawah.
System akar: Tunggang atau dikotil.
Bunga jeruk bali majemuk ( inflorescentia ), tersusun dalam malai yang keluar dari ketiak daun, bunga berbentuk bintang, diameter 1.5 - 2.5 cm, berwarna putih, baunya harum.
Jeru Bali mempunyai rumus daun 2/5.


2.8 Morfologi Daun Kamboja (Jepun)
Klasifikasi :

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Kelas : Dicotyledonae
Ordo : Apocynales
Famili : Apocyanaceae
Genus : Plumeria
Spesies : Plumeria acuminate Ait.


Nama dagang/nama umum :Kamboja, Kamoja
Dalam klasifikasi tradisional Kamboja termasuk pohon kecil, dan dalam klasifikasi Raunkier, termasuk Mesofanerofit (tumbuhan di udara).
Deskripsi tanamam : Tanaman kamboja mempunyai pohon dengan tinggi batang 1,5 sampai 6 m, bengkok dan mengandung getah. Tumbuhan asal Amerika ini biasanya ditanam sebagai tanaman hias di pekarangan, taman. Tumbuh di daerah dataran rendah 1 sampai 700 m di atas permukaan laut. Rantingnya besar, daun berkelompok rapat pada ujung ranting, bertangkai daun panjang, daun memanjang berbentuk lanset (lanccolatus), panjang daun 20-40 cm, lebar 6-12,5 cm. Ujung daun meruncing (acuminatus), pangkal daun menyempit , tepi daun rata (integer), tulang daun menyiri, permukaan daun kasap (scaber), warna daun hijau muda sampai hijau tua tidak berbulu. Termasuk bangun daun tidak lengkap. Bunga dalam malai rata berkumpul di ujung ranting, kelopak kecil ,sisi dalam tanpa kelenjar, mahkota berbentuk corong, sisi dalam berembut, sisi luar kemerahan atau putih, sisi dalam agak kuning , putih, atau merah, berbau harum. Tangkai putik pendek, tumpul, lebar, bakal buah satu atau dua, saling berjauhan, berbentuk tabung gepeng memanjang, panjang 18-20 cm, lebar 1-2 cm.
Batang ( caulis ) : Batang kamboja berkayu dengan warna putih kekuning-kuningan dibungkus kulit yang tebal.
System akar: Tunggang atau dikotil.
Kamboja mempunyai rumus daun 3/8.


2.9 Morfologi Daun Andong
DAUN ANDONG (Cordyline Frusticosa)
Kasifikasi :
• Divisi: Spermatophyta
• Sub divisi: Angiospermae.
• Kelas: Monocotyledoneae
• Bangsa: Liliales
• Suku: Liliaceae.
• Marga: Cordyline
• Jenis: Cordyline frusticosa (L) A. CheV

Dalam klasifikasi tradisional Andong termasuk perdu, dan dalam klasifikasi Raunkier, termasuk Kamefit (tumbuhan permukaan tanah).

Deskripsi tanamam : . Daun andong termasuk daun tunggal dan, Dengan bentuk daun memanjang (oblongus), daun menempel pada batang, pangkal daun dan ujung daun runcing (acutus), tepi daun rata (integer), permukaan daun licin (lacvis), panjang daun 20-60 cm, lebar daun 10-13 cm, panjang pelepah 5-10 cm, pertulangan daun menyirip, warna daun hijau kemerahan, termasuk daun lengkap. Bunga majemuk, di ketiak daun, tangkai panjang, bulat bercabang dan daun pelindung panjang kurang lebih 1,4 cm.

Batang ( caulis ) : Batang andong bulat, keras, bercabang, putih kotor, bekas dudukan daun nampak jelas.
System akar: berakar serabut atau monokotil.
Andong mempunyai rumus daun 5/13.


1. Fenomena perkembangan daun;

Fenomena adalah, mula-mula meristem afeks daun aktif sehingga daun bertambah tinggi setelah aktivitas meristem afeks mereda, maka meristem inter kalar yang terletak pada bagian pangkal aktif memperpanjang daun, helaian daun yang pipih dan lebar disebabkan oleh aktivitas meristem marginal hanya aktif pada tempat-tempat tertentu disepanjang sumbu daun maka pada bagian yang aktif tersebut akan menghasilkan tonjolan seperti halnya bakal daun dan akan berkembang menjadi anak daun dengan cara yang sama seperti daun tunggal. Maka akan terbentuk daun majemuk. Ibu tulang daun menjadi lebih tebal dari helaian daun karena aktivitas meristem marginal tidak aktif, maka daun akan memipih dalam bidang vertical sehingga terbentuk daun ensiformis (daun seperti pedang). Dalam perkembangan daun kadang-kadang terdapat sel daun yang mati seperti pembentukan lubang daun.

2. Morfologi daun dapat dipengaruhi oleh lingkungan, yaitu; dipengaruhi oleh:

suhu, unsur hara dalam tanah, kelembapan, keadaan tanah. Contohnya:
 Daun yang berlubang-lubang atau bolong, disebabkan oleh ulat yang memakan daun tersebut.
 Daun yang kecil-kecil dan berkerut, disebabkan oleh struktur tanah yang kering dan kurangnya unsure hara dalam tanah.
 Daun yang warnanya kuning, disebabkan oleh suhu yang tinggi atau panas dan tanah yang kering.
 Daun yang lebar dan hijau, disebabkan oleh keadaan tanah yang lembab dan tersedianya suplai air yang cukup.

2. Perbedaan morfologi daun dikotil dan daun monokotil adalah:
NO Bagian Daun Dikotil (Tunggang) Monokotil (Serabut)
1 Tulang Daun Menyirip atau menjari Melengkung atau Sejajar
2 Bentuk Daun Bulat atau Oval Memanjang


4. Cara menentukan daun tunggal dengan daun majemuk adalah jika satu tangkai daun hanya mendukung satu helaian daun itu berarti daun tunggal. Jika satu tangkai bisa mendukung lebih dari satu helaian daun itu berarti daun majemuk.


BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Dari penelitian yang kami lakukan dapat disimpulkan:
1. Bahwa di dalam kita membaca buku juga harus mengerti dan memahami tentang struktur tanaman, yaiyu; mulai dari daun, batang dan juga akar. Kita bisa mengklasifikasikan semua jenis tanaman yang ada di muka bumi ini.

2. Pada dasarnya kita diajarkan untuk bisa mempelajari dan memahami lingkungan yang ada di sekitar kita.



3.2 SARAN-SARAN
3.2.1 Pembaca dapat menggunakan makalah ini untuk menambah pengetahuan tentang Morfologi Tumbuhan..
3.2.2 Sehingga pembaca dapat memperluas pengetahuan mengenai Morfologi Tumbuhan.
3.2.3 Agar kita mampu mengenal cara-cara mengklasifikasikan berbagai macam tumbuhan.



DAFTAR PUSTAKA


Tjitrosoepomo, Gembong, 1985, Morfologi Tumbuhan, 81-82, 126, 236-237, Gajah Mada University Press, Yogyakarta
Putu Budi Adnyana, Ida Bagus Putu Arnyana, 2000, Morfologi Tumbuhan, Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Singaraja
Anonim, 2005, Citrus, http://www.biochemj.org

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar